Sebuah biji tampak diam, padahal di dalamnya terdapat calon tumbuhan, cadangan makanan, dan mekanisme pengatur pertumbuhan. Ketika air masuk ke jaringan biji (imbibisi), aktivitas metabolisme dapat meningkat. Namun, air saja tidak cukup: embrio juga membutuhkan oksigen dan suhu yang sesuai. Beberapa jenis biji memerlukan cahaya, kegelapan, atau pengalaman suhu tertentu sebelum bisa berkecambah.
Ada dua keadaan yang perlu dibedakan. Biji yang belum berkecambah karena lingkungannya belum sesuai belum tentu mengalami dormansi. Sebaliknya, biji dorman dapat tetap tidak berkecambah meskipun air, oksigen, dan suhu tampak mendukung. Dormansi merupakan penyesuaian biologis yang membantu tumbuhan menghindari waktu tumbuh yang buruk.
Di tingkat molekuler, hormon asam absisat (ABA) umumnya mempertahankan dormansi, sedangkan giberelin (GA) membantu proses menuju perkecambahan. Hubungannya kompleks dan berbeda antargatun. Ketika hambatan berkurang dan kondisi mendukung, akar lembaga muncul lebih dahulu, disusul pertumbuhan tunas.
Pengetahuan ini penting bagi petani, pembibit, dan konservasionis: benih yang tidak tumbuh belum tentu mati, tetapi benih yang disimpan juga tidak akan hidup selamanya.

