Satu tahun kalender biasanya berisi 365 hari. Namun, satu siklus musim di Bumi berlangsung sekitar 365,2422 hari. Selisih hampir seperempat hari ini tampak kecil, tetapi akan menumpuk jika dibiarkan. Karena itu, kalender Gregorian menambahkan 29 Februari pada tahun-tahun tertentu. Aturannya bukan sekadar “setiap empat tahun”: tahun yang habis dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali juga habis dibagi 400. Kalender bukan cermin langit yang sempurna. Ia adalah cara manusia membuat waktu alam yang tidak pas dengan bilangan bulat menjadi tanggal yang dapat digunakan bersama.
Sains
Kalender: Cara Manusia Menyelaraskan Waktu dengan Langit

Pertanyaan Inti
Mengapa satu tahun tidak dapat selalu dinyatakan sebagai 365 hari, dan bagaimana manusia membuat kalender tetap selaras dengan siklus musim?
Konteks
Kenapa ini penting?
Tanggal tampak seperti fakta yang tetap, padahal kalender adalah rancangan manusia untuk menata gerak alam menjadi jadwal bersama. Kita menggunakannya untuk sekolah, pertanian, perdagangan, arsip, dan perayaan. Memahami tahun kabisat menunjukkan mengapa sebuah sistem yang tampak pasti sebenarnya memerlukan kesepakatan, pengukuran, dan koreksi.
Related Knowledge
Lanjutkan dari konteks yang sama
Bagikan
Bagikan Lite ini
Jika bermanfaat, teruskan pengetahuan ini tanpa mengganggu pengalaman membaca.
