Artificial Intelligence (AI) adalah bidang ilmu komputer yang mengembangkan sistem agar mampu melakukan tugas yang biasanya diasosiasikan dengan kecerdasan manusia.
Contohnya sudah ada di sekitar kita. Ketika aplikasi mengenali wajah dalam foto, menerjemahkan bahasa, merekomendasikan video, mendeteksi transaksi mencurigakan, atau chatbot menjawab pertanyaan, AI dapat menjadi salah satu teknologi yang bekerja di belakangnya.
Namun AI bukan satu teknologi tunggal.
Di dalamnya terdapat berbagai pendekatan seperti machine learning, deep learning, computer vision, natural language processing, dan model generatif.
Banyak sistem AI modern belajar dari data. Alih-alih programmer menuliskan aturan untuk setiap kemungkinan keadaan, sebuah model dilatih menggunakan banyak contoh agar dapat menemukan pola secara matematis.
Misalnya, sistem pengenal gambar tidak harus diberi aturan seperti:
“Jika memiliki telinga seperti ini, kumis seperti itu, dan bentuk mata tertentu, maka ini kucing.”
Model dapat mempelajari pola dari banyak contoh gambar dan kemudian memperkirakan apakah gambar baru termasuk kucing atau bukan.
AI generatif membawa kemampuan ini lebih jauh. Sistem dapat menghasilkan teks, gambar, suara, video, atau kode berdasarkan pola yang dipelajari selama proses pelatihan.
Tetapi kemampuan tersebut tidak berarti AI memahami dunia dengan cara yang sama seperti manusia. AI dapat menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi salah.
Karena itu, memahami AI juga berarti memahami kemampuan sekaligus keterbatasannya.

