by: Agus Sugianto – Kawan sharing spiritual jalan pulang ke Diri Sejati
Keluarlah dari sangkar daging ini. Engkau bukanlah tubuh yang fana ini. Engkau adalah Diri
Abadi. Engkau adalah makhluk cahaya tanpa jenis kelamin. Engkau sangat dekat dengan Ilahi
meski tak bersentuh, Engkau jauh tapi berjarak,Engkau adalah himpunan karunia potensi Ilahi yang tinggal di bilik hatimu.
Engkau bukan tubuh, bukan jiwa ,bukan pikiran,karena engkau tidak akan mampu membuat itu ini untuk menjadi,engkau adalah diri yang HIDUP itu,maka :
Bertindak seperti itu. Merasa seperti itu. Klaim kelahiranmu- sekarang juga mulai detik
ini. Merasa. Menegaskan. Mengenali. Sadarilah, bukan mulai besok atau lusa, tapi sekarang juga
mulai detik ini. “(Engkau Adalah Itu),” Oh ternyata KAMU ADALAH DIRI YANG KEKAL.
Renungkan dan selami makna esensinya Ayat 1-7 Surat Al Mudatsir berikut ini;
Renungkan dan selami makna esensinya Ayat 1-7 Surat Al Mudatsir berikut ini;
- Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
- bangunlah, lalu berilah peringatan!
- dan agungkanlah Tuhanmu,
- dan bersihkanlah pakaianmu,
- dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,
- dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
- Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.
TUHAN yang Maha Hidup mengingatkan berbicara kepada seluruh manusia melalui kalamullah Nya bahwa segeralah engkau keluar dari penjara tubuhmu yang lemah dan fana,bangunlah hatimu dari jeratan hawa nafsumu,yang diselimuti oleh pengakuan dirimu yang merasa ada dan berkuasa atas hidupmu,kalian manusia kebanyakan lupa dan lalai bahwa diri sejatimu adalah makhluk cahaya yang tanpa jenis kelamin,tidak mengenal usia muda atau tua,tidak terjebak oleh ruang dan waktu,tidak butuh makan dan minum,tidak dilahirkan ayah dan ibu,tidak berdarah dan berdaging…tapi bernyawakan sumber segala sumber nyawa Cahaya Tuhan Mu…diri sejatimu adalah Tak terbatas,tidak terikat oleh penderitaan atau kebahagiaan dunia melainkan sebelum bahagia sudah bahagia secara permanen…tidak ada diri yang lebih rendah atau diri yang lebih tinggi kwalitasnya…semua sama adalah diri yang satu yang luar biasa yang sangat sempurna…kamu semua adalah hanya satu diri yang sama satu saja yaitu sang diri yang kekal abadi…maka ambil keputusan dengan tekad yang kuat dan ikuti ukuran dan aturan dengan ketaatan yang sempurna sesuai sifat sifat Nya yaitu lakukan saja REALISASIKAN KEESAAN DIRI saat ini juga.
Dalam kehidupan sehari hari selalu disaat ini lakukan lalu Agungkanlah kesucian kebenaran dan kebesaran Tuhan Mu…dengan karunia dan Maha Rahman Maha Rahiim kau dibisakan merasakan kemuliaannya keajaibannya serta mukjizatnya di segala suasana disemua makhluk ciptaannya
Bekerjalah tanpa pamrih dalam hal kesatuan dengan Tuhan meski dekat tak bersentuh jauh tak berjarak (merasa bahwa Diri yang satu bersemayam di dalam semua). Ini adalah tindakan yang benar. Pemikiran yang benar adalah ketika engkau merasa bertindak dan berpikir: AKULAH DIRI YANG KEKAL…Diri yang kekal itu selalu dan selamanya lebur dalam perjalanan sifat hidupnya Tuhan…keesaan dengan kalam bismillahirrahmanirrahim yang sudah mematri di hati nurani tanpa di ucap lagi namun getaran energi ilahi Nya bawalah dalam kebajikan dan tindakan melakukan kasih sayang tanpa pilih kasih lagi kepada semua makhluk yang dilangit dan dibumi, AKU berdenyut,bergetar dan bergerak setiap saat.
Bangunlah bangun wahai diri yang berselimutkan hawa nafsu dan gemerlapnya hawa dunia yang fana dan menipu…bersihkan pakaianmu,bersihkan dengan niat lilahitaala,dihatimu hanya ada satu saja yang hadir,Diri hidup Nya Allah SWT…bismillahirrahmanirrahim tidak cukup diucapkan namun segera lakukan dengan tindakan yang disengaja dan sadar,engkau akan beruntung dengan mengambil sikap tegas mengambil satu langkah yang esensi menyucikan jiwa, jiwa wajib disucikan karena kesucian adalah wadah untuk menampung kekuatan Ruh Nya Allah SWT…camkan baik baik dan selami isi nasehat kalamullah berikut ini:
Surat Asy-Syams ayat 9-10: Beruntungnya Orang yang Menyucikan Jiwa. “Sungguh beruntung
orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.(QS 32 Assajadah 9)
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26), tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal (27).”(QS Ar-Rahman 26-27)
1.Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. 2. Allah tempat meminta segala
sesuatu. 3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS 112 Al-Ikhlas 1-4)
- Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad)
tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ” (QS At-Thaha 20:114)
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah
sholat untuk mengingat Aku.” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. AlFajr [89]: 27-30)
Ayat-ayat atau kalamullah tersebut yang tinggal di bilik hatimu,kitab suci ilahi sudah tertulis di dalam batinmu meski yang tiada suara dan tanpa huruf tapi bisa dibaca dipahami hakikatnya semua itu adalah pengetahuan Tuhan Mu Mutlak yang tak terbatas. Maka realisasikan keesaan diri,Bertindak seperti itu. Merasa seperti itu. Klaim kelahiranmu- sekarang juga mulai detik ini. Merasa. Menegaskan. Mengenali. Sadarilah, bukan mulai besok atau lusa, tapi sekarang juga mulai detik ini,(Engkau Adalah Itu),” Oh KAMU ADALAH DIRI YANG KEKAL.
Bersyukur dan bersabarlah dalam mengarungi kehidupan disini…jangan berkeluh kesah karena kekurangan sandang pangan dan papan..berdirilah dengan gagah berani dalam segala suasana engkau Maung “Manusia Unggul”
Pancarkan kekuatan cahaya ilahi dari dalam hatimu,sebagai tembok yang kokoh benteng penahan serangan energy negatif,penangkal segala jenis penyakit,bahkan sebaiknya engkau jadilah Sang Penyembuh
Realisasi diri adalah tujuan hidup karena dalam keadaan itu tidak ada kesedihan. Begitu Anda
menemukan bahwa Anda adalah realitas abadi yang tak terbatas, tidak dapat binasa – Anda
terbebas dari semua kesedihan. Dalam keadaan itu, hanya ada kebahagiaan dan kegembiraan yang murni dan permanen. Bukankah itu tujuan kita masing-masing?
Kita tidak sekedar diturunkan kebumi hanya hidup untuk waktu yang sangat singkat,lahir sebagai bayi-anak-remaja-dewasa-tua dibekali kecerdasan dan kesadaran kemudian mati,jangan sampai terjebak kehidupan sehari hari dengan rutinitas penderitaan atau kebahagiaan sesaat dan hanya bangun…makan…tidur…sex dst…dst..dst…(apa bedanya dengan hewan)
Kita dianugerahi potensi ilahiah maka perjuangkanlah dengan bersungguh sungguh berkerja keras untuk mengenal,mengerti dan memahami tujuan di lahirkan ini kemudian disuruh sekolah di bumi ini…belajarlah belajar berguru kepada Maha Guru melalui kurikulumnya yang tersebar di ayat semesta alam dan juga pada dirimu sendiri,kalamullah dan sunatullahNya.
Gunakanlah dan belajarlah dengan budi pekerti yang benar,batin yang murni
Ingat Nama-KU,Nama-KU ingat!!! ingat!!! Ingat itu dzat Hidup,dzat hidup adalah ingat,tempat
ingat ada didalam segala sesuatu yang maujud,maka hanya Sang Hiduplah yang bersemayam dalam denyut jantung dan hatimu itu.
Hanya ingat yang ini saja Tuhan Yang Maha Hidup,jangan di lalaikan lagi lakukan sekarang
juga,detik ini juga sejalan dengan keluar masuk nafasmu
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku (QS Al baqarah 2:152)
Dialah Yang Mahaawal, Mahaakhir, Mahazahir, dan Mahabatin. Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu (QS Surah Al-Hadid 57:3)
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah
sholat untuk mengingat Aku.” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)
Realisasikan Keesaan diri!!!
Apakah Realisasi Diri dapat dijangkau oleh setiap manusia?
Itu adalah hak asasi setiap manusia. Karena dia terlahir sebagai manusia. Itu tidak berada dalam jangkauan makhluk lain mana pun dalam ciptaan. Saat Anda mencapai status manusia, tujuan realisasi Diri menjadi terbuka.
Setiap diri siapapun orangnya dapat mencapai Nya,sesuai daya upaya yang ditempuhnya
Para Nabi para Rasul para syekh,ahli marifat ahli tauhid ahli fiqih ahli filsafat dll mereka telah mengalami mencapai hubungan yang karib dan mendapatkan karunia keajaiban dan mukjizat
Nya,kita pun memiliki kekuatan yang sama untuk menepi di haribaan Ilahi dan hidup bersama Nya.
Maha Karya Tuhan yang Maha Esa tidak ada karya yang cacat dan ciptaan yang gagal,sungguh
semuanya adalah Maha Sempurna karena :
Kamu akan tahu bahwa “ yang ingat adalah Dia yang mengingat”,“yang tahu” itu adalah Dia dan “yang diketahui” itu adalah Dia jua.
Kamu akan tahu dan sadar bahwa : Dia jua “yang dilihat” dan “yang melihat”. Dia jua “yang
sampai” dan “yang disampaikan”. Tidak ada yang lain selain Dia yang sampai kepada Dia. Tidak
ada selain Dia yang berpisah dari Dia.
Itulah realisasi diri sebenar benarnya diri’ AKU lah Diri yang Kekal Abadi
Untuk mencapai tujuan ini, semakin terus-menerus dan terus-menerus kita menjaga diri kita dalam keadaan hati nurani selalu dan selamanya merasakan berpikir tentang Tuhan, semakin terusmenerus dan terus-menerus Tuhan dekat dengan kita. Dan semakin Anda terus mempraktikkan pemikiran Tuhan yang terus-menerus dan tak terputus ini, semakin Anda mulai bergerak ke arah Realitas itu.
Realitas itu adalah Dzat yang Maha Hidup Maha meliputi dirimu dzahir dan batin,hati nuranimu istiqomah di titik kesadaran getaran maha halus,agar selalu terjaga sadar dan waspada.
Man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu,Man ‘arafa Rabbahu, fasadal jasad
Siapa kenal dirinya, kenallah ia akan Tuhannya,Siapa kenal Tuhan, binasa jasadnya.
Maksud frasa binasa jasad atau fana fillah ini bukan dengan cara memfana-fanakan diri, menafinafikan diri, meniada-tiadakan diri, mengosong-kosongkan diri, melenyap-lenyapkan diri, itu sih malah mempermudah jalan masuk jin-setan ke jasad sebagaimana banyak dipraktikkan oleh sebagian besar kalangan tasawuf-lalai dengan konsep huluul-ittihad, wahdatul wujud, maupun manunggaling kawulo-gusti-nya.
Allah sudah menetapkan diri nafs kita ini ada. Mustahil kita mau meniada-tiadakan yang sudah
Allah tetapkan adanya meskipun nafs kita ini sekadar wujud fana.
Pada saat ibadah itu kita akan merasakan fasadal jasad atau “binasa jasad” yang dimaksud. Bukan jasad kita jadi hilang atau tidak kelihatan, melainkan kita masih melihat jasad kita, tetapi kita tidak merasakan berjasad lagi. Ujung-ujungnya nanti, pada kesadaran kita: hanya Allah saja Ada. Laa mawjudun Ilallaah. Laa ilaahaa ilaallaah. Inilah puncak billahi (beserta Allah).
Kalau jasad-nafs mengenal ruhnya sendiri, sucilah zahir-batin kita karena ruh itu Kemahasucian Allah. Jangan lupa bahwa ruh itu Zat Allah alias Nur Ilahi yang bersifat Mahasuci.
Kalau totalitas diri kita sudah suci, esalah dengan Yang Mahasuci.dari Nur kembali Nur
Jadi, jihad akbar setiap muslim yang sesungguhnya ialah berproses menjadi wujud ruhani yang bercahaya-cahaya (Nur ala Nur, esa Nur Ilahi dengan Nur Muhammad) meskipun masih tampak berupa jasad berkulit-berdaging-bertulang-berdarah. Supaya bisa total meneladani Rasulullah Saw.: ber-Mi`raj ke Sidratul Muntah dengan dengan ruh-nafs-jasad sekaligus. Aamiinullaah.
Wahai orang yang berselimut bangunlah…bangunlah !!! Lupakan bahwa kamu adalah bukan
tubuh,bukan jiwa bukan pikiran. Ingatlah bahwa kamu adalah kesadaran murni,kesadaran
ilahi,realisasikan ke esaan diri. Jangan tidur lagi!!!
Untuk sharing sebagai “kawan seperjalanan spiritual” hubungi aku di 0821-2762-3317
@guss,Ujungberung,14 Januari 2023
**) Cetak artikel ini sebagai NFT untuk mengabadikan keterlibatan dalam sejarah, sekaligus untuk menunjukkan dukungan Anda terhadap Gerakan Masyarakat Sadar Literasi (Gema Serasi) . Klik Ikon LITE dibawah agar NFT (edisi terbatas) dapat ditambahkan ke koleksi Anda.
Tafakur kelas tinggi
Merenungi dan mentafakuri hidup tingkat tinggi